“sini nak, ayo cicipi dulu masakan Ibu!, terdengar suara ibu yang memanggil nama Epi untuk menghampirinya.
Tanpa tunggu panggilan yang ke dua kali, Epi langsung bergegas menuju ibu yang tengah asik beres-beres di dapur.
“nich coba, apakah garamnya sudah pas?,. ucap Ibu yang tengah menghidangkan masakan itu di atas meja dapur.
“hmmmm, enaaaaak. Pas, sudah pas garamnya Bu!. Kata Epi.
“eits, tiba-tiba terdengar suara Ibu menghentikan gerakan tangan Epi yang tanpa sadar kembali meraih ikan gurame di atas piring untuk coba di cicipi lagi.
“tidak boleh ya, nak. Kalau ingin ikannya, ya harus bersama nasi. Ayo, tolong bawakan nasi beserta ikannya ke meja makan. Akan lebih nikmat bila kita makan bersama-sama, ya.
Dengan senyum kecut, Epi menuruti perkataan Ibu. Dan iapun membantu Ibu membawa dan menyusun masakan itu ke meja makan.
Sementara, bapak dan bersama adik-adikku telah duduk manis di atas kursi meja makan. Semua terlihat tidak sabar menunggu sarapan pagi yang selalu dipersiapkan Ibu.
Setengah jam kemudian, terdengar suara gaduh dari luar.
“Epi!, Epi!. tiba-tiba akupun mendengar suara temanku yang memanggil dan menghampiri rumahku untuk mengajak berpetualang di hari minggu.
Perlahan Epipun minta izin kepada ayah dan ibu, untuk melihat teman-teman sebentar.
Sambil minta izin pada ayah dan ibu, Epi lalu berdiri dan melangkahkan kaki ke pintu dan membukanya.
“hei, apa jadi kita mancing ke sungai?”. Suara lengking milik si Kecil terdengar, saat Epi telah sampai di depan pintu.
Ya jadi, dong. Tetapi tali kailku sudah putus-putus dan tidak ada lagi. Hmmm atau aku pinjam punya kamu saja ya, kata Epi balik melempar pertanyaan pada Kecil.
Cepat, nanti keburu siang, dan ikan-ikannya sudah pada kabur, timpal Ujang yang berdiri tidak jauh dari Kecil.
“Ok, bentar aku pamita pada ayah dan ibu dulu”. Ucap Epi tanpa harus menunggu komentar teman-temannya yang lain.
Mancing Ikan di sungai
Setelah menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan, mereka berangkat ke pinggir sungai untuk memancing ikan, setelah beberapa menit jalan menuju sungai mereka sampai di sungai tersebut, ternyata perjalanan dari rumah Kecil menuju danau itu tidak membutuhkan waktu yang lama.
Sesampainya di sungai kamipun mencari tempat yang pohonnya rindang, serta meletakkan semua peralatan yang dibawa. sebagian pergi mencari cacing dan lumut yang akan dipergunakan untuk umpan. Sedangkan Epi mengeluarkan peralatan untuk memancing yang telah dibawa dari rumah Kecil.


